Business Model Canvas
Business Model Canvas
Business Model
Canvass adalah sebuah alat (tools) yang digunakan untuk mensederhanakan
konsep model bisnis yang rumit dan kompleks agar dapat dimanfaatkan oleh sebuah
organisasi / wirausahawan untuk membuat, mendiskusikan, dan memahami sebuah
model bisnis dengan lebih sistematis.
Dalam
salah satu referensi menyebutkan pengertian Model Bisnis Kanvas adalah sebuah
management startegi bisnis yang memungkinkan kita untuk menggambarkan,
mendesain kemudian mengerucutkan beberapa aspek bisnis menjadi satu strategi
bisnis yang utuh. Jika dilihat sepintas, sebenarnya alur model bisnis kanvas
nampak cukup sederhana. Secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen
bisnis menuju elemen penting berikutnya.
Beberapa cara penggunaan BMC:
1. Visual
Thinking
Cara terbaik menggunakan
BMC adalah dengan membuat poster berukuran besar dan menempelkannya di dinding.
Setelah itu founder dapat menggunakan sricky note seperti post-it untuk
mengisi 9 elemen. Sticky note memungkinkan group thinking karena
setiap orang dalam tim dapat berpartisipasi aktif.
2. Iterasi
dengan cepat
Iterasi adalah proses
dimana founder ”keluar dari kantor / ruangannya” dan mencoba memvalidasi
idenya, kemudian kembali ke kantor untuk memperbaiki model bisnis dan produknya
berdasarkan feedback yang didapat dari market. Dengan sifat ringkas
dan menyeluruh dari BMC, founderdapat dengan cepat melakukan iterasi ini.
3. Dengan
cepat melihat kaitan 9 komponen
Dengan cara ini, tim
dapat menemukan hubungan dari peluang pasar atau proposisi nilai unik. Sehingga
diharapkan tim dapat mendokumentasikan ide-ide baru sebagai hipotesis baru
untuk menguji BMC sebagai iterasi baru.
4. Memaksa
tim dengan ringkas menyampaikan pikirannya
Tim dipaksa menjelaskan
dengan tepat dan ringkas apa yang akan mereka uji atau yang akan mereka tindak
lanjuti pada iterasi berikutnya, karena informasi-informasi dicatat dengan
pendek pada post-it.
5. Memudahkan
startup untuk membaginya dengan partner / rekan kerja
Karena BMC disajikan
dalam bentuk poster besar dan ditempel pada dinding, maka mudah untuk berbagi
melalui foto atau mengambil poster dari dinding untuk diperlihatkan pada pihak
lain yang berkepentingan.
Keuntungan BMC:
1. Bisa
dipakai untuk semua jenis model bisnis, seperti :travelling, restoran, hotel,
perkebunan, mining, dan sebagainya.
2. Cepat
mengetahui keseluruhan kekuatan dan kekurangan bisnis.
3. Proses
analisa kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan cepat.
4. Memetakan
bisnis untuk mengetahui kelemahan sejak dini dan memahami kekuatan bisnis dari
sudut pandang yang benar.
5. Pemetaan
BMC menggambarkan secara sistematis bisnis yang kemudian dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan pengembangan manajemen strategis bisnis.
Kerangka Business Model Canvas
Sebelum membuat model
bisnis kanvas, kita harus mempelajari 9 elemen penting yang mendukung kemajuan
suatu bisnis. Elemen-elemen tersebut yaitu:
1. Customer
Segments
Elemen pertama ini
membuat kita harus menentukan segmen pelanggan mana yang akan menjadi target
bisnis kita. Misalnya, suatu maskapai penerbangan mengeluarkan 2 produk untuk
memenuhi kebutuhan 2 segmen pelanggan yang berbeda atau ada 2 stasiun televisi
yang menyajikan 2 acara berbeda untuk memenuhi segmen pelanggan yang berbeda.
2. Value
Propositions
Value propositions akan
membahas mengenai manfaat atau benefit apa yang akan didapatkan para pelanggan
jika memilih bisnis kita. Hal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk
menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis kita dengan bisnis
yang lain.
3. Channels
Melalui penggunaan
channels yang tepat, kita baru bisa menyampaikan value propositions kepada
customer segments. Jadi, memikirkan channels juga menjadi salah satu elemen
terpenting bagi keberhasilan bisnis.
4. Revenue
Streams
Aliran pendapatan tentu
menjadi salah satu tujuan utama dari sebuah bisnis. Sehingga elemen yang satu
ini harus dikelola semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis.
Jangan sampai ada bahan baku, produk atau kinerja yang tidak dimanfaatkan
secara maksimal dan mengakibatkan kerugian pada bisnis.
5. Customer
Relationship
Elemen yang kelima
membahas bagaimana jalinan hubungan kita dengan pelanggan. Perlu pengawasan
yang ketat dan intensif agar pelanggan bisnis kita tidak mudah berpaling ke
bisnis yang lain hanya karena jalinan hubungan yang kurang baik.
6. Key
Activities
Kegiatan apa yang harus
dilakukan untuk menciptakan value prepositions yang efektif? Hal ini tentu
menjadi pembahasan yang tak kalah penting dalam elemen key activities.
7. Key
Resources
Agar bisa mewujukan
tujuan bisnis, kita tentu harus mengelola sumber daya bisnis tersebut
semaksimal mungkin. Semua jenis sumber daya mulai dari pengelolaan bahan baku,
penataan SDM dan penataan proses operasional menjadi perhatian dalam membuat
model bisnis
8. Key
Partnership
Bisnis yang baik tidak
hanya mampu menjalin hubungan dengan para pelanggan saja. Karena hubungan
dengan pihak supplier atau tim pemasaran juga harus diperhatikan. Tak ada
salahnya menjalin hubungan baik untuk menciptakan siklus bisnis sesuai dengan
ekspektasi.
9. Cost
Structure
Elemen terakhir yang tak
kalah pentingnya dengan kedelapan elemen lainnya adalah struktur pembiayaan
bisnis. Mengelola biaya secara efisien akan membuat bisnis yang kita jalankan
menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan risiko kerugian.
Contoh Business Model Canvas
Business Model Canvas pada Gramedia
Business Model Canvas pada Gramedia
Gramedia book store adalah Toko Buku terbesar di Indonesia. Anak perusahaan dari Kompas Gramedia ini telah menyediakan jaringan toko buku di Indonesia dan Malaysia. Didirikan pada tanggal 2 Februari 1970. Toko buku ini berawal dari toko buku kecil berukuran 25 meter persegi di daerah Jakarta Barat. Tercatat pada tahun 2002 toko buku ini berkembang menjadi 50 toko besar Gramedia yang tersebar di Seluruh Indonesia. Selain menyediakan buku, toko ini juga mneyediakan alat tulis, perlengkapan kantor, alat olahraga, dan masih banyak lainnya.
Perusahaan ini bekerja sama dengan penerbit-penerbit buku di dalam maupun luar negeri. Dari perusahaannya sendiri, Gramedia memiliki pemasok buku yaitu Gramedia Pustaka Utma, Elex Media Komputindo, Gramedia Widya Sarana, Bhuana Ilmu Populer, dan Gramedia Majalah. Untuk pemasok dari luar negeri, seperti Prentice Hall, McGraw Hill, Addison Wesley, dan masih banyak lainnya.
Business Model Canvas
1. Customer segmen. Customer segmen dari gramedia book store adalah semua umur, semua orang yang membutuhkan buku atau pengetahuan. Semua orang yang sedang mencari peralatan sekolah. Semua orang yang memerlukan alat musik basic yang biasa digunakan di sekolah (seperti : suling, pianika, keyboard, gitar, etc) . semua orang yang membutuhkan alat elektronik untuk keperluan sekolah/ pendidikan ( seperti : al quran elektronik, alfalink, printer, etc) lebih cenderung kepada kalangan menengah keatas yang tidak terlalu sensitif dengan harga.
2. Value propotition. Value propotition dari gramedia book store adalah toko buku yang lengkap dan menawarkan kelengkapan sekolah lainnya. Jadi untuk siswa SD , SMP , SMA, bahkan kuliah dapat dengan mudah menemukan semua alat tuliis dan buku yang mereka dicari di Gramedia book store. Bahkan gramedia juga menyediakan tempat untuk membeli kado seperti boneka, al quran elektronik, tas, etc. Jadi hanya ke satu tempat dapat menemukan semua yang dibutuhkan. . Accessibility (Akses) Memberi akses kepada pelanggan agar mudah dalam mendapatkan apa yang dibutuhkan pada 1 tempat.
3. Channel. Channel dari Gramedia book store adalah dengan membuka cabang di kota kota besar.
a. Awareness : gramedia mengiklankan perusahaannya dengan menggunakan sosmed dan internet.
b. Evaluation : gramedia menyediakan kotak saran di meja secuirty
c. Purchase : gramedia memudahkan pelanggannya dalam pembayaran. Gramedia book store sudah bekerja sama dengan beberapa bank, sehingga jika pembayaran digunakan menggunakan bank yang bekerja sama dengan gramedia dapat potongan harga. ( e-money kredit card and debit card )
d. Delivery : melalui outlet outlet yang ada dan melalui online lalu dikirim menggunakan jasa pengiriman barang
e. After sales : gramedia book store menjalin hubungan dengan pelanggan dengan jangka panjang dengan menyediakan member card gramedia book store. Sehingga jika ada promo pelanggan/member gramedia mendapatkannya
4. Customer relationship. Adanya gramedia reading community. Bahkan tahun lalu gramedia book store mengadakan gramedia reading community competition 2016. Gramedia menjalin hubungan dengan pelanggannya dengan membangun komunitas dan membuat member card gramedia book store.
5. Revenue Streams. Aliran pendapatan yang masuk ke dalam kas keuangan gramedia book store adalah dari :
- Pelanggan , dari penjualan buku alat tulis alat elektronik tas dll
- Stakeholder , dari saham gramedia corp
- Penerbit buku , penerbit buku yang menjual ke gramedia atau bisa di sebut partner dari gramedia book store
- Penjualan alat elektronik yamaha, al quran elektronik,etc , yamaha menjual keyboard, gitar, pianika, suling dan alat musik basic lainnya di gramedia sehingga harus membayar fee kepada gramedia
- Lisensi
6. Key resources. SDM adalah sumber daya terpenting dalam gramedia book store. Karena gramedia membutuhkan penulis, penerbit dan partnership lainnya. Jaringan / networking pemasaran buku di seluruh indonesia di kota kota besar.
7. Key activities. Key activities yang dilakukan gramedia book store adalah dengan melakukan penjualan produk buku buku best seller dari dalam maupun luar negri. Menyediakan aneka jenis buku dan tema yang berbeda beda secara lengkap. Menjual peralatan sekolah mulai dari tas, tempat pensil, lat alat elektronik yang menunjang pendidikan seperti alfa link, assecories laptop dan lain sebaginya. Gramedia book strore juga menjual alat musik basic seperti gitar, keyboard, suling dan lain sebagainya.
8. Key partner. Key partner dari gramedia bookstore adalah para penerbit buku, distributor buku, orang yang menyewa tempat didalam gramedia seperti (sales dari al quran elektronik, penjual tas sekolah , penjual alat alat musik, dan penjual alat elektronik lainnya seperti asesories laptop etc ) serta para stakeholder.
9. Cost structure. Cost structure adalah biaya yang dikeluarkan oleh gramedia book store, seperti : pembayaran gaji karyawaan, pembayaran penyewaan tempat biasanya sewa di dalam mall, pembayaran sewa ruko /outlet, pembayaran pajak perusahaan. Value-driven dimana Efisiensi biaya tidak menjadi pertimbangan utama. Sasaran utamanya adalah memberi kepuasan kepada pelanggan dengan memberi pelayanan premium. Caranya adalah menetapkan sasaran pada segmen pelanggan yang tidak sensitif harga (menengah ke atas )

Komentar
Posting Komentar